Roti termasuk makanan paling tua di
dunia. Pertama kali dibuat oleh orang Mesir kuno ribuan tahun silam.
Cara pembuatannya masih tradisional sekali. Tetapi kemudian orang Yunani
dan Romawi lebih mengembangkannya. Mereka membuatnya dengan bahan yang
ada di daerahnya. Barulah di abad pertengahan bangsa Eropa membuat roti
yang lebih modern. Hampir mirip roti sekarang karena mereka sudah
menggunakan susu dan kuning telur.
Sekarang roti dibuat di pabrik atau bakery.
Warna, ukuran, jenis, bentuk dan rasanya pun bermacam-macam. Ada yang
berisi pisang, sarikaya, selai stoberi. Ada juga yang ditaburi keju,
coklat , meses, buah kering dan lain sebagainya. Bahkan jenisnya pun
sangat banyak. Kita bisa mendapati bakpau walaupun itu merupakan
makanan khas Cina. Juga donat, pastry dan lain sebagainya.
Ada
4 cara mengolah roti. Yang pertama dengan cara dikukus. Contohnya
bakpau dan Mantou. Ada yang digoreng, Contohnya donat. Ada juga yang
dipanggang. Misalnya roti tawar.
Sebelum membuat roti, sebaiknya perhatikan hal–hal berikut ini.
Roti
bisa dibuat dari tepung terigu, tepung gandum, jagung dan lainnya.
Tetapi di Indonesia banyak yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan
utama untuk membuat roti. Adapun tepung terigu yang dianjurkan adalah
jenis hard flour. Atau di pasaran lebih dikenal dengan merek Cakra.
Selain
tepung terigu, ditambahkan juga ragi atau yeast atau gist yang
berfungsi memberi aroma dan mengembangkan adonan. Bahkan ragi mampu
menjadikan adonan elastis dan lekat. Akibatnya aroma dan rasa roti
menjadi khas.
Ragi mempunyai 3 macam
bentuk. Yang berbentuk butiran sering dinamai dengan ragi koral. Untuk
pemakaiannya, ragi harus direndam air hangat dulu. Berbeda dengan ragi
segar. Ragi ini harus disimpan di lemari pendingin. Dan terakhir ragi
dadak atau istilahnya instant yeast. Ragi ini termasuk yang paling
praktis karena bisa langsung dicampurkan pada tepung.
Adapun
air yang digunakan untuk pembuatan roti sebaiknya menggunakan air
hangat. Karena air yang terlalu panas atau dingin akan membuat ragi
tidak aktif. Jadi air berfungsi untuk meratakan ragi ke semua bagian
adonan. Air juga menjadikan roti terasa renyah. Bagian roti yang
terpanggang juga menjadi keras dan tebal.
Sedangkan
garam dibutuhkan untuk memberi rasa pada roti. Juga bisa membuat roti
lebih putih warnanya. Garam juga membantu mengatur kadar peragian agar
ragi tidak berkembang biak terlalu cepat.
Selain
memberi rasa manis pada roti, gula juga bisa membuat proses
pengembangan menjadi lebih cepat. Gula juga berkontribusi memberi warna
pada kulit roti. Pemberian gula tidak boleh terlalu banyak karena akan
membuat roti lama mengembangnya.
Fungsi
susu adalah pemberi rasa dan aroma. Juga berpartisipasi memberi warna
pada kulit roti juga. Sedangkan lemak memberi cita rasa pada roti,
sehingga roti pun terasa lembut. Dan margarin atau mentega berfungsi
untuk melembutan dan memberi rasa.
Dan sekarang mari kita praktek dengan membuat roti tawar terlebih dahulu.
Roti Tawar
Bahan :
900 gr tepung terigu.
50 gr susu bubuk non fat.
15 gr ragi instan
50 gr gula pasir.
10 gr garam halus.
1 butir telur.
350 cc air hangat.
75 gram mentega tawar.
Cara membuat :
Ω
Campur tepung terigu, susu bubuk, ragi, gula pasir dan garam halus.
Aduk rata. Masukkan telur, tuangi air sedikit demi sedikit sambil
diuleni. Masukkan mentega tawar, uleni lagi hingga adonan kalis atau
tidak melekat di tangan.
Ω Bulatkan adonan, diamkan hingga mengembang selama lebih kurang 45 menit.
Ω
Kempeskan adonan, bagi menjadi 2-3 bagian dengan berat yang sama.
Masing-masing adonan dibulatkan dan diamkan lagi selama kurang lebih 30
menit.
Ω Siapkan loyang untuk roti tawar, olesi
mentega tipis-tipis. Masing-masing bagian adonan roti digiling
memanjang, lalu gulung. Sesuaikan dengan bentuk loyang untuk roti tawar.
Ω Masukan adonan yang sudah digulung ke dalam loyang. Diamkan hingga mengembang selama kurang lebih 45 menit.
Ω Panggang adonan hingga permukaannya berwarna kecoklatan selama kurang lebih 30 menit.
Selesai sudah. Selamat mencoba.