Kamis, 23 Januari 2014

Roti termasuk makanan paling tua di dunia. Pertama kali dibuat oleh orang Mesir kuno ribuan tahun silam. Cara pembuatannya masih tradisional sekali. Tetapi kemudian orang Yunani dan Romawi lebih mengembangkannya. Mereka membuatnya dengan bahan yang ada di daerahnya. Barulah di abad pertengahan bangsa Eropa membuat roti yang lebih modern. Hampir mirip roti sekarang karena mereka sudah menggunakan susu dan kuning telur.
Sekarang roti dibuat di pabrik atau bakery. Warna, ukuran, jenis, bentuk dan rasanya pun bermacam-macam. Ada yang berisi pisang, sarikaya, selai stoberi. Ada juga yang ditaburi keju, coklat , meses, buah kering dan lain sebagainya. Bahkan jenisnya pun sangat banyak. Kita bisa mendapati bakpau  walaupun itu merupakan makanan khas Cina. Juga donat, pastry dan lain sebagainya.
Ada 4 cara mengolah roti. Yang pertama dengan cara dikukus. Contohnya bakpau dan Mantou. Ada yang digoreng, Contohnya donat. Ada juga yang dipanggang. Misalnya roti tawar.
Sebelum membuat roti, sebaiknya perhatikan hal–hal berikut ini.
Roti bisa dibuat dari tepung terigu, tepung gandum, jagung dan lainnya. Tetapi di Indonesia banyak yang menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama untuk membuat roti. Adapun tepung terigu yang dianjurkan adalah   jenis hard flour. Atau di pasaran lebih dikenal dengan merek Cakra.
Selain tepung terigu, ditambahkan juga ragi atau yeast atau gist  yang berfungsi memberi aroma dan mengembangkan adonan. Bahkan ragi mampu menjadikan adonan elastis dan lekat. Akibatnya aroma dan rasa roti menjadi khas.
Ragi mempunyai 3 macam bentuk. Yang berbentuk butiran sering dinamai dengan ragi koral. Untuk pemakaiannya, ragi harus direndam air hangat dulu. Berbeda dengan ragi segar. Ragi ini harus disimpan di lemari pendingin. Dan terakhir ragi dadak atau istilahnya instant yeast. Ragi ini termasuk yang paling praktis karena bisa langsung dicampurkan pada tepung.
Adapun air yang digunakan untuk pembuatan roti sebaiknya menggunakan air hangat. Karena air yang terlalu panas atau dingin akan membuat ragi tidak aktif. Jadi air berfungsi untuk meratakan ragi ke semua bagian adonan. Air juga menjadikan roti terasa renyah. Bagian roti yang terpanggang juga menjadi keras dan tebal.
Sedangkan garam dibutuhkan untuk memberi rasa pada roti. Juga bisa membuat roti lebih putih warnanya. Garam juga membantu mengatur kadar peragian agar ragi tidak berkembang biak terlalu cepat.
Selain memberi rasa manis pada roti, gula juga bisa membuat proses pengembangan menjadi lebih cepat. Gula juga berkontribusi memberi warna pada kulit roti. Pemberian gula tidak boleh terlalu banyak karena akan membuat roti lama mengembangnya.
Fungsi susu adalah pemberi rasa dan aroma. Juga berpartisipasi memberi warna pada kulit roti juga. Sedangkan  lemak memberi cita rasa pada roti,  sehingga roti pun terasa lembut. Dan margarin atau mentega berfungsi untuk melembutan dan memberi rasa.
Dan sekarang mari kita praktek dengan membuat roti tawar terlebih dahulu.
Roti Tawar
Bahan :
900 gr tepung terigu.
50 gr susu bubuk non fat.
15 gr ragi instan
50 gr gula pasir.
10 gr garam halus.
1 butir telur.
350 cc air hangat.
75 gram mentega tawar.
Cara membuat :
 Ω Campur tepung terigu, susu bubuk, ragi, gula pasir dan garam halus. Aduk rata. Masukkan telur, tuangi air sedikit demi sedikit sambil diuleni. Masukkan mentega tawar, uleni lagi  hingga adonan kalis atau tidak melekat di tangan.
Ω Bulatkan adonan, diamkan hingga mengembang selama lebih kurang 45 menit.
 Ω Kempeskan adonan, bagi menjadi 2-3 bagian dengan berat yang sama. Masing-masing adonan dibulatkan dan diamkan  lagi selama kurang lebih 30 menit.
 Ω Siapkan loyang untuk roti tawar, olesi mentega tipis-tipis. Masing-masing bagian adonan roti digiling memanjang, lalu gulung. Sesuaikan dengan bentuk loyang untuk roti tawar.
 Ω Masukan adonan yang sudah digulung ke dalam loyang. Diamkan hingga mengembang selama kurang lebih 45 menit.
Ω Panggang adonan hingga permukaannya berwarna kecoklatan selama kurang lebih 30 menit.
Selesai sudah. Selamat mencoba.